FAKULTAS
ILMU DAN TEKNOLOGI LINGKUNGAN

Fakultas unggul yang fokus pada pengembangan ilmu, riset, dan solusi aplikatif berbasis teknologi untuk menjawab permasalahan lingkungan secara berkelanjutan.

Penelitian dalam Angka

FITL terdiri atas 20 peneliti yang mewakili lebih dari 10 disiplin ilmu dan tergabung dalam 5 klaster riset interdisipliner. Aktivitas penelitian dilaksanakan berdasarkan 3 tema strategis, yaitu Keadilan Sosial (Social Equity), Tata Kelola dan Keberlanjutan Lingkungan (Environmental Governance & Sustainability), serta Teknologi Adaptif (Adaptive Technology), dengan potensi kontribusi terhadap seluruh 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Saat ini, fakultas menggunakan profil Google Scholar yang menjadi fondasi kuat untuk mengukur produktivitas penelitian, dampak ilmiah, dan visibilitas akademik di tingkat global.

Kinerja Penelitian dan Produktivitas Akademik

Pada tingkat tema strategis, bidang Governansi dan Keberlanjutan Lingkungan serta Teknologi Adaptif menjadi tema dengan jumlah peneliti terbesar, masing-masing melibatkan 7 peneliti (35%). Tema ini mencerminkan komitmen FITL dalam mengembangkan solusi berbasis tata kelola lingkungan yang berkelanjutan serta inovasi teknologi yang adaptif terhadap berbagai tantangan lingkungan dan pembangunan. Sementara itu, tema Kesetaraan Sosial didukung oleh 6 peneliti (30%), yang berfokus pada aspek keadilan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, inklusivitas pembangunan, serta penguatan ketahanan komunitas.

Pada tingkat klaster penelitian, komposisi peneliti menunjukkan keseimbangan yang baik antarbidang keahlian. Klaster Kesetaraan Sosial dan Ketahanan Komunitas memiliki 6 peneliti (30%), sedangkan klaster Governansi Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan serta Teknologi Adaptif dan Sistem Cerdas masing-masing terdiri atas 5 peneliti (25%). Dua klaster lainnya, yaitu Pangan, Kesehatan, dan Bioekonomi Berkelanjutan serta Bisnis, Akuntansi, dan Governansi Berkelanjutan, masing-masing melibatkan 2 peneliti (10%) dan berperan sebagai penghubung antara aspek teknologi, lingkungan, dan sosial-ekonomi dalam pembangunan berkelanjutan.

Komposisi ini menunjukkan bahwa FITL tidak hanya memiliki konsentrasi keahlian pada bidang lingkungan dan teknologi, tetapi juga memperkuat dimensi sosial, hukum, ekonomi, pangan, kesehatan, dan tata kelola. Pendekatan multidisiplin tersebut menjadi fondasi penting dalam menghasilkan penelitian yang relevan, aplikatif, dan berorientasi pada penyelesaian permasalahan nyata masyarakat serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Dampak Penelitian